Rabu, 06 Februari 2019

Pemanfaatan Sistem Informasi Geografi (SIG) untuk Mitigasi Bencana

Seiring dengan kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks pada era modern ini, hal tersebut membuat masyarakat memerlukan berbagai inovasi guna mendukung pemenuhan kebutuhannya. Teknologi informasi yang berkembang seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK)  banyak mendukung kegiatan masyarakat salah satunya dalam hal memenuhi kebutuhan informasi apapun jenisnya dan darimana pun sumbernya. Salah satu teknologi informasi yang saat ini berkembang dengan didukung perkembangan IPTEK adalah tekonologi  Sistem Informasi Geografi (SIG). Hingga saat ini, pemanfaatan SIG menjadi semakin kompleks hingga masuk ke sendi - sendi kehidupan masyarakat utamanya dalam mendukung kebutuhan pemetaan dalam berbagai bidang.

Sistem Informasi Geografi (SIG) menurut Gistut (1994) merupakan sistem dimana didalamnya menyangkut pengambilan keputusan suatu data spasial serta mampu dalam mengintegrasikan deskripsi lokasi dengan karakteristik-karakteristik fenomena yang ditemukan di lokasi tersebut. Dalam hal ini apabila Sistem Informasi Geografi dikatikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka dalam implementasinya hal ini haruslah didukung oleh teknologi komputerisasi yang canggih untuk semakin memaksimalkan fungsi dari pemanfaatan data-data spasial untuk berbagai macam kebutuhan. 

Salah satu pemanfaatan Sistem Informasi Geografi yaitu dapat digunakan dalam bidang kebencanaan. Data - data spasial mengenai kebencanaan dapat dikelola untuk kemudian diolah secara lebih lanjut  menjadi output yaitu berupa peta kebencanaan dengan berbagai jenis atau tema sesuai dengan kebutuhan. Output atau produk dari hasil olahan data berupa peta tersebut dapat dimanfaatkan oleh para pengguna khususnya yang membutuhkan informasi mengenai data - data kebencanaan dalam bentuk yang lebih mudah untuk dipahami. Beberapa contoh pemanfaatan Sistem Informasi Geografi (SIG) dalam bidang kebencanaan diantaranya; Peta Daerah Rawan Bencana Letusan Gunungapi Kelud, Peta Daerah Terdampak Bencana Tsunami Palu, dan sebagainya.

Gambar. Peta Daerah Terdampak Tsunami Palu
(Peta diatas tidak dapat dijadikan referensi karena belum disesuaikan dengan sistem koordinat
dan orientasi)
Gambar diatas menunjukkan salah satu pemanfaatan dari sistem informasi geografi pada bidang kebencanaan. Peta tersebut disusun atas dasar data spasial yang didapat melalui website BIG/Badan Informasi Geospasial (big.go.id). Data-data tersebut berupa basemap citra satelit wilayah kota palu setelah terjadi tsunami, data spasial berupa region wilayah terdampak kota palu dan data spasial berupa bangunan terdampak tsunami. Data - data tersebut kemudian diintegrasikan kembali dengan teknik overlay untuk kemudian dapat disajikan dalam bentuk peta yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis kebutuhan seperti sebagai acuan rekontruksi pasca bencana maupun evakuasi korban. Animasi proses overlaying dapat dilihat melalui video berikut ini.



Pemanfaatan data-data sistem informasi untuk bidang kebencanaan tidak hanya terbatas pada pasca terjadinya bancana, namun juga dapat dimanfaatkan sebelum terjadinya bencana. Yaitu untuk pemetaan daerah-daerah rawan bencana tertentu untuk selanjutnya dapat diupayakan mitigasi bencana yang tepat atau acuan pembangunan infrastruktur wilayah yang lebih ramah terhadap ancaman bencana. Tentunya hal tersebut akan semakin memungkinkan masyarakat sebagai subjek perhitunga kerentana bencana menjadi lebih siap terhadap kondisi rawan bencana yang ada disekitarnya. Selain hal tersebut pembangunan yang memperhatikan kondisi kerentanan wilayah terhadap bencana juga mengurangi tingkat dampak yang terjadi akibat terjadinya bencana terutama dalam hal rusaknya infrastruktur/bangunan.

Sistem Informasi Geografi (SIG) memiliki peranan yang cukup penting dalam mempermudah masyarakat dalam mengakses data - data spasial. Tidak hanya untuk kebutuhan pribadi, namun dalam pengelolaan yang lebih lanjut data - data spasial yang dapat diolah oleh pemerintah dalam memutuskan kebijakan yang tepat dalam berbagai bidang. Contoh selain pada bidang kebencanaan, data-data sistem informasi geografi dapat dimanfaatkan pada bidang kesehatan lingkungan dan pembangunan wilayah. Dengan didukung oleh data-data dari sistem informasi geografis, maka pemerintah dapat menentukan kebijakan yang tepat untuk memaksimalkan pengelolaan pada bidang-bidang bid750 tersebu menjadi semakin baik.


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)






EVALUASI

Kerjakan soal - soal dibawah ini dengan tepat!

1. Perhatikan gambar dibawah ini!

Berdasarkan gambar diatas tentukan:
a. Komponen – komponen yang terdapat dalam peta tersebut
b. Jelaskan fungsi dari masing – masing komponen peta

2. Perhatikan gambar berikut ini!















Gambar diatas merupakan peta daerah terdampak bencana liquifaksi yang mencakup didalamnya kondisi bangunan rusak sedang, dan kondisi bangunan rusak berat. Berdasarkan hal tersebut jelaskan manfaat dari pemetaan tersebut!

3. Perhatikan gambar berikut ini!



Salah satu pemafaatan dalam Sistem Informasi Geografi adalah pemetaan sebaran fasilitas kesehatan. Berdasarkan hal tersebut jelaskan peruntukan dari pemetaan fasilitas  tersebut.

4. Kajian kesehatan lingkungan sangatlah kompleks. Salah satu diantarnya adalah mengenai penyakit berbahaya yang menjangkit suatu wilayah. Jelaskan upaya yang dapat dilakukan oleh pemerintah untuk merealisasikan rencana pembangunan kesehatan lingkungan berdasarkan permasalah tersebut melalui pemetaan atau sistem informasi geografi (SIG)


LANGKAH PENGGUNAAN MEDIA

Media yang digunakan dalam pembelajaran di kompetensi dasar (KD) yaitu berupa animasi proses pembuatan peta daerah terdampak bencana tsunami di Kota Palu. Tata cara penggunaan media animasi tersebut adalah sebagai berikut.

1. Buka video animasi yang telah disematkan di halaman atas blog ini.
2. Amati perubahan karakteristik citra satelit yang terjadi dalam animasi tersebut.
3. Tuliskan perbedaan dari perubahan karakteristik  citra satelit dalam animasi tersebut pada buku tulis anda masing-masing
4. Amati digitasi/deliniasi daerah terdampak bencana tsunami dan titik-titik bangunan yang terdampak bencana tsunami yang ditampilkan di animasi tersebut
5. Lakukan identifikasi mengenai mengapa daerah tersebut diklasifikasi sebagai daerah yang terdampak bencana tsunami berdasarkan analisis citra satelit pada animasi tersebut.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar